Lembah Bada, Wisata Sejarah Yang Mengagumkan

wewerehere.id - Lembah Bada, juga dikenal sebagai Lembah Napu, adalah tempat sejarah yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah. Lembah Bada menampung serangkaian peninggalan sejarah dalam bentuk batu-batu besar yang mengandung misteri kejayaan suku Napu, Besoa dan Bada. Dibatasi oleh padang rumput, Lembah Bada adalah tujuan terbaik untuk menikmati misteri kejayaan masa lalu yang dibalut dalam suasana alam yang menawan.

Terletak di Lembah Bada, Lembah Napu, Lembah Besoa, dan Lembah Baso. Bentuk-bentuk indah batu sejarah ini ditemukan di seluruh lembah. Dari bentuk manusia, hewan, kalamba dan banyak lagi ukuran. Menurut sumber, jumlah batuan sejarah adalah 1.451. Batuan ini adalah peninggalan prasejarah yang konon usianya lebih tua dari candi Borobudur, tetapi tidak ada yang tahu tujuan dan penggunaan batu-batu ini pada jaman dahulu.


Patung-patung ini kurus, kepala besar, mata bundar dan beberapa garis menunjukkan alis, pipi dan dagu. Beberapa dari mereka sendirian setengah terkubur di padang rumput yang luas. Sejauh ini, lebih dari 400 ukiran telah ditemukan di Lembah Bada, tetapi hanya 30 yang berbentuk manusia. Dikatakan bahwa lusinan patung kuno ini telah ada sejak abad ke-14. Megalit di Lembah Bada ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1908, meskipun penemuan ini telah berlangsung lebih dari 100 tahun, tetapi sedikit yang diketahui tentang keberadaan patung-patung ini di Lembah Bada.

Area Taman Nasional Lore Lindu adalah gunung yang didominasi oleh batu granit. Batuan sejarah ini memiliki ukuran besar, bahkan yang terbesar mencapai ukuran diameter 4 meter. Batu sejarah paling terkenal adalah Watu Palindo dengan posisi miring, batu ini ditemukan di Lembah Bada. Disebut Palindo, yang artinya artis itu benar, Watu Palindo ini terlihat ceria dan ramah. Palindo sepertinya menyiratkan kesan keramahan khas anak-anak. Ketinggian batu ini mencapai sekitar 4 meter dengan tubuh oval berukir dengan mata bundar dan hidung besar yang memanjang ke bawah. Patung-patung bermulut dalam dalam bentuk senyuman melengkapi keindahan batu sejarah ini.

Batu terkenal lainnya adalah Langka Bulawa. Batu pahatan ini mengukir sosok wanita dan memiliki arti nama Ratu dengan kaki emas. Ini memiliki ukuran yang hampir sama dengan Watu Palindo tetapi memiliki kesan ekspresi wajah seperti sosok wanita. Kedua patung berjarak sekitar 5 kilometer. 

Namun di antara kedua batu ini ada juga batu lainnya. Masyarakat setempat percaya bahwa batu itu digunakan untuk menyembah leluhur. Tidak hanya itu, para penghuni juga memiliki cerita tentang asal mula pembentukan megalit tersebut. Satu cerita mengatakan bahwa ada megalit bernama Tokala'ea yang dulunya pemerkosa, akhirnya dihukum batu.

Selain dikenal karena patung-patungnya, Lembah Bada juga dikenal dengan namanya, sebuah tangki bundar yang diukir menjadi batu besar. Kalamba dapat ditemukan di beberapa tempat di Lembah Bada dan memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Ada sekitar 50 buah Kalamba di Lembah Bada, beberapa di antaranya masih utuh dan yang lainnya telah rusak. Beberapa memiliki lubang di tengah, sementara yang lain memiliki dua lubang.

Itulah pembahasan mengenai Lembah Bada, Wisata Sejarah Yang Mengagumkan. Semoga bisa menjadi referensi ketika ingin ke Sulawesi ya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel