5 keistimewaan kepulauan kei

wewerehere.id - Kalau Raja Ampat di Papua jadi tujuan yang cukup populer bagi warga ibukota, ternyata warga Papua, khususnya dari Timika, memiliki tempat lain yang menjadi tujuan favorit berlibur mereka: Kepulauan Kei.

Kei, sebagai bagian dari Maluku Tenggara, terletak tidak jauh dari Papua. Posisi yang dekat ini bisa jadi salah satu alasan warga senang berkunjung ke Kei. Tapi, 5 hal di bawah ini juga bisa jadi alasan utama Kei patut dikunjungi.


1. Pantai dengan pasir terhalus

Jika ada artikel yang tidak memasukkan pantai-pantai di Kei dalam daftar pantai dengan pasir terhalus, dapat dipastikan si penulis belum pernah menginjakkan kaki di pantai-pantai Kei. Pantai Ngurbloat atau Pantai Pasir Panjang di Desa Ngilngof memiliki pasir sehalus bedak tabur. Lembut sekali. Warnanya juga putih cerah. Walaupun siang hari di Kei panasnya cukup terik, tetap nyaman bertelanjang kaki berjalan di sepanjang pantai tersebut. Sore hari, saat matahari mulai turun, biasanya pantai ini baru kedatangan warga setempat. Sama seperti turis yang datang dari kota lain, ternyata warga Kei juga enggan berpanas-panasan.

Jelang sore hari, tidak jarang warga datang ke pantai ini bersama teman atau keluarganya untuk bersantai, terlebih di akhir pekan. Bisa dibayangkan indahnya bersantai di hamparan pasir yang halus sambil melihat anak-anak bermain di pantai, dengan latar belakang matahari terbenam.

2. Lad (rumput laut)

Lad merupakan rumput laut yang sering dijadikan tumisan sebagai teman makan. Uniknya, jenis rumput laut ini tidak ditemukan di daerah lain. Untuk mencobanya, mau tidak mau, kita harus berkunjung ke Kei. Bentuk lad bukan hanya berupa batang-batang kecil seperti rumput laut kebanyakan, tetapi di tiap batangnya terdapat bulatan-bulatan kecil seperti buah anggur. Saat digigit, akan terasa agak renyah dan seperti ada cairan yang keluar dari bulatan 'anggur'-nya. Lad dapat ditumis dengan bawang dan cabai, atau dengan kelapa parut yang dibumbui seperti urap. Keduanya sama nikmatnya.

3. Enbal


Walaupun di Kei nasi tetap tersedia sebagai salah satu makanan pokok, makanan pokok warga Kei yang sebenarya adalah enbal (dibaca: embal). Enbal merupakan umbi-umbian serupa singkong, tapi enbal perlu melalui proses lebih lanjut lagi sebelum dikonsumsi. Kenapa? Ternyata karena enbal memiliki kandungan sianida yang cukup tinggi yang mampu membunuh orang yang mengonsumsinya langsung. Untuk menghilangkan racunnya, enbal biasanya diparut, lalu dipadatkan jadi satu, baru kemudian diperas untuk menghilangkan kandungan air di dalamnya. Setelah melewati proses ini, baru enbal dapat diolah lagi menjadi penganan.

Pisang goreng enbal jadi salah satu jenis panganan berbahan enbal. Proses pembuatannya sama dengan pisang goreng pada umumnya, hanya saja tepung yang digunakan bukan tepung terigu, tetapi tepung enbal. Hasilnya, pisang goreng yang sangat renyah dan biasa disajikan dengan sambal.

4. Meti Kei


Keadaan laut surut merupakan hal yang biasa. Tetapi, di Kei, surutnya air laut jadi hal luar biasa karena jarak surutnya bisa mencapai ratusan meter. Keadaan ini disebut meti. Tidak heran kalau setiap tahun diadakan Festival Meti Kei pada bulan Oktober hingga awal November, waktu puncak meti. Sebagian besar acara festival diadakan di bibir-bibir pantai, mulai dari perlombaan bola voli, bola sepak, hingga pertunjukan tari-tarian.

Di Pulau Kei Kecil, tepatnya di Ohoidertawun, terdapat pantai bernama sama yang selalu mengalami meti lebih panjang dibanding pantai-pantai lainnya di Kei Kecil. Pada hari-hari biasa saja, meti dapat mencapai 200 meter. Jika warga lokal langsung menyulap pantai itu menjadi lapangan sepak bola, para turis mancanegara senang menikmatinya dengan berjemur. Di tengahnya, terdapat ayunan kayu yang tidak luput dari sasaran sebagai tempat berfoto yang cantik.

5. Pantai Ngurtavur

Ngurtavur, pantai unik di Pulau Warbal ini akan menampilkan gusung yang meliuk-liuk sepanjang 2 km ketika surut. Jika dilihat dari atas, liukannya akan nampak seperti ular. Istimewanya lagi, pantai ini jadi salah satu tujuan singgah burung pelikan dari Australia yang sedang bermigrasi. Apabila beruntung, kita dapat melihat gerombolan burung pelikan ini menikmati pantai Ngurtavur, Tetapi, untuk melihat lebih dekat, kita harus berhati-hati untuk tidak berisik--agar tidak membuat burung-burung tersebut beterbangan menghindar.

Menarik, kan? Karena sudah ada penerbangan langsung dari Ambon menuju Langgur, saat ini tak sulit lagi mengunjungi Kei, kok, bisa juga sama Agoda.com. Jadi, kapan kamu akan berkunjung ke Kei?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel